Minggu, 17 Juli 2011

Kulepas lagi "Mutiaraku"


Hari ini, kulepas lagi mutiara hatiku.
Mutiara keduaku yang gagah, yang kuharapkan menjadi harapan yang tak kalah hebat dari kakaknya
Mutiara keduaku yang pandai menghibur kala sedih dan duka mendatangi kami
Mutiara keduaku yang periang, selalu tampak ceria di kala pagi dan petang

Hari ini, kulepas engkau mutiaraku
bukan kami tak sayang padamu
bukan kami tak cinta padamu
bukan kami tak mau bersamamu

Kulepas engkau mutiaraku
karena sayang dan cinta itu yang menuntun kami untuk membekalimu akhlaq yang terbaik
dan, akhlaq itu ada di kawah candradimuka yang disebut "Pesantren" itu....

Babe yakin itu mutiaraku
karena pernah merasakannya
karena pernah mengharungi lautannya
karena pernah menyelami ke kedalaman samuderanya
karena pernah meneguk asin dan pahit air lautannya
karena pernah berenang dan tertatih-tatih menjalaninya

tapi,
itu tak mengapa dan tak apa-apa kalau kau tahu hasilnya kelak

kau akan mereguk madu manisnya di masa depanmu mutiaraku
nilai jualmu akan semakin mulia mutiaraku
semulia akhlaq rasulmu
semulia akhlaq para ustadzmu
semulia akhlaq orang-orang shalih
dan semulia akhlaq yang diajarkan qur'an suci itu

Hari ini dan sampai dini hari ini
aku tak kunjung tidur
mataku tak mau terpejam
membayangkan mutiaraku yang memulai tidur tanpa dekapan hangatku
membayangkan mutiaraku yang memulai tidur tanpa mendengar cerita-ceritaku
membayangkan mutiaraku yang memulai untuk melakukan semuanya sendiri dan sendiri

Teruslah maju mutiaraku
mantapkan langkah kakimu
berjalanlah dan bahkan berlarilah mengejar harkat dirimu
teruslah terbang dan mengejar cita-cita yang kau inginkan
bermimpilah engkau malam ini dalam dekapan angin malam "pesantren" itu
semoga mimpimu akan terus indah dan menjelma menjadi sebuah kenyataan yang membanggakan kami

Jogja, 17 Juli 2011 02.15 WIB

Babe,
Qudsie Zoher