Minggu, 30 September 2012

TELOR & TEMPE GOSONG



Dua puluh tahun telah berlalu, namun masih terbayang jelas kenangan
indah berikut;

Suatu malam, ibu yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam Bapak yang sangat sederhana berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.

Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong!, aku melihat ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis.

Kami menunggu dengan tegang apa reaksi Bapak yang pulang kerja, pasti
sudah capek melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa ! Bapak dengan tenang menikmati dan memakan semua yang
disiapkan ibu dengan tersenyum, dan bahkan berkata; "ibu terima kasih!", dan Bapak terus menanyakan kegiatan aku dan adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, aku mendengar ibu meminta maaf
karena telor dan tempe yang gosong itu, dan satu hal yang tidak pernah
aku lupakan adalah apa yang Bapak katakan:
"Sayang, aku suka telor dan tempe yang gosong."

Sebelum tidur, aku pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada Bapak, aku bertanya apakah Bapak benar-benar menyukai telur dan tempe gosong?".
Bapak memeluk aku erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata
"Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar
sudah capek, Jadi, sepotong telor dan tempe yang gosong tidak akan
menyakiti siapa pun kok!"

Ini pelajaran yang aku praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "BELAJAR MENERIMA KESALAHAN ORANG LAIN", adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi
Ingatlah emosi sesaat tidak akan pernah menyelesaikan masalah yg ada, dan selalulah berpikir dewasa mengapa sesuatu hal itu bIsa terjadi pasti punya alasan sendiri!!! Janganlah kita menjadi orang yg egois hanya mau “dimengerti” tapi tidak mau “mengerti”.


QUDDUS ZOHER
 dishare
dari e-mail seorang sahabat via blackberrynya
yang dikirim padaku 15 agustus 2011