Rabu, 24 November 2010

Bayi Mungil itu kami panggil “ADIB”


Hari ini
Aku, isteriku dan anak-anakku terbangun dari tidur dalam keadaan bahagia
Suara lembut kubisikkan di telinga anak bungsuku
Perlahan kuucapkan iqamah dan adzan membangunkannya untuk shalat shubuh
Iqamah dan adzan lembut itu persis sama dengan apa yang kuucapkan 7 tahun yang lalu
Saat perawat menyerahkannya padaku di ruang operasi di Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta

Ya, anakku yang bungsu juga lahir melalui operasi Caessar.
tiga kali perut isteriku dibedah, tiga kali pula aku menunggu kehadiran anak-anakku dalam desah kekhawatiran yang menegangkan.
Sungguh luar biasa kerja sukses para dokter yang membedah isteriku. Terima kasih atas semuanya. Terima kasih khusus buat Dr.H.Risanto S, DSOG., yang untuk ketiga kalinya membedah perut isteriku, mengeluarkan anak-anakku. Subhanallaah, atas pertolongan Allah, melalui tangan-tangan cekatan tim dokter itu anak-anakku lahir dengan selamat.

“selamat pak, laki-laki” demikian kalimat pertama yang kudengar saat perawat menyerahkan bayi mungil itu untuk kuiqamahkan dan kuadzankan telinganya.
Alhamdulillah, nikmat Allah mengalir mengisi relung kehidupan kami, mengganti segala kegundahan dengan kebahagiaan yang sulit tergambarkan.

Jum'at, 3 April 2003, 7 tahun yang lalu
Bayi mungil itu kuberi nama MUHAMMAD FAIZ REYHAN EL ADIBY ZULQUDSIE…….
Bayi mungil itu dipanggil “Adib”. Kata singkat itu sengaja kutambahkan dalam namanya, yang berarti “berbudaya”, “bermoral” atau yang paling penting adalah sebagai kenangan bahwa saat menjelang kelahirannya, isteriku mulai berganti status dari seorang Pegawai di Perpustakaan menjadi Dosen di Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab. Nama itu sebagai momentum dan prasasti kata “Adab”.

Hari ini, bayi mungil itu sudah mulai tumbuh menjadi anak yang manis, yang pandai dan mulai menjadi teman diskusi kami. Bayi mungil itu kini dapat kuajak bercanda dan tertawa mengisi hari-hari kami.
Ya, bayi mungil itupun sudah mampu bermain, mandi, berpakaian dan makan sendiri.

Adib, kami menyayangimu dan mengasihimu. Selamat Ulang Tahun ke 7 anakku, do’a Babe, Ibu, dan kedua kakakmu selalu untuk kebahagiaan masa depanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar