
Abdullah bin Abbas radhiyallaahu’anhu meriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW bercerita tentang seorang ibu yang beruntung di Yaumil Mahsyar. Beliau menyatakan, nanti di Yaumil Mahsyar ada seorang ibu yang mengikuti proses peradilan di Mahkamah Rabb Maha Agung, Allah SWT., setelah proses persidangan dan perhitungan (Mizan dan Hisab) selesai digelar, maka Allah atas Kekuasaan dan KehendakNya, memerintahkan Malaikat untuk mengantar ibu itu menuju Sorga dan sekaligus menunjukkan tempat di mana ia tinggal menikmati anugerah Sorga tersebut.
Ketika sudah memasuki pintu Sorga, ibu dan Malaikat pendampingnya menerima salam hormat dari para Malaikat penjaga Sorga. Dengan ramah dan penuh keceriaan, si ibu diantar untuk menuju sebuah istana yang megah. Istana itu berukiran indah berlapiskan emas dan perak, dengan hiasan zamrud hijau dan intan permata. Dindingnya dari batu pualam yang bening dan mengkilat. Melangkahkan kaki di pintu itu, bergetar kaki si ibu dengan perasaan haru biru menahan rasa bahagia yang tak terbendungkan. Dalam keharuan itu ia coba bertanya kepada Malaikat pendampingnya; “siapakah pemilik istana indah dan megah ini?”. Malaikat menjawab dengan mantap; “ibu, ya kamu pemiliknya bu”. “benarkah?...”sungguh rasanya aku tak pantas menerima anugerah istana seindah dan semegah ini Malaikat, sebab shalatku, shadaqahku dan ibadahku masih banyak yang belum sempurna”, kata si ibu yang masih dalam kebingungan bercampur dengan keharuannya.
Atas berita dan pengetahuan yang diterima dari Allah, maka Malaikat pendamping itu menjelaskan kepada si ibu; “Allah Maha Tahu, Dia Tahu tentang apa yang telah ibu perbuat selama hidup di dunia. Allah Maha Tahu tentang belum sempurnanya sholat ibu, tentang kurangnya shadaqah ibu dan tentang kurang sempurna ibadah yang ibu lakukan. Tapi, ketahuilah, bahwa keteladan dan bimbingan yang ibu tanamkan kepada anak-anakmu menghasilkan “buah” Sorga yang indah dan megah ini. Ya, istana indah dan megah ini. Istana ini dibangun oleh do’a anak-anakmu. Setiap hari do’a mereka membangun dan menghiasi bagian dan sudut istana satu persatu, sejengkal demi sejengkal, akhirnya jadilah istana indah dan megah ini. Maka atas perintah Allah, Dzat Yang Maha Adil itu, kami persilahkan ibu masuk dan menikmati keindahan abadi di istana ini”.
“Selamat datang ibu mulia, selamat menikmati hasil perasan keringat dan air mata, bahkan tetesan darah perjuanganmu membesarkan dan mendidik anak-anakmu....”
Marhaban ya Ahlal Jinaan – Selamat Datang duhai Penduduk Sorga............................
Quddus Zoher
Jogja, 01 Februari 2010
10.25 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar