
“Kun kal yadain, walaa takun kal udzunain” (Al Hikmah)
Ungkapan kalimat yang mengandung hikmah kehidupan itu perlu menjadi bahan renungan dalam mengolah dan mengasah kepekaan jiwa kita. Arti dari kalimat singkat itu adalah: “Jadilah seperti dua tangan, jangan seperti dua telinga”.
Dua tangan, dalam tulisan ini, adalah anggota badan kita yang digunakan untuk memberi gambaran dari keadaan kehidupan yang saling membantu, saling menolong, saling meringankan dan saling mengingatkan dan sebagainya. Apabila salah satu dari keduanya merasakan sakit, maka tangan yang sehat akan memijatnya. Apabila salah satunya sedang mengangkat beban yang berat, maka tangan yang satu akan membantu secara cepat tanpa diminta. Begitu seia dan sekatanya kedua tangan itu. Nilai kebersamaan yang nampak adalah kebersamaan yang tulus. Luar biasa anugerah Allah ini. Kita seharusnya banyak belajar dari kebersamaan kedua tangan itu.
Sedangkan dua telinga, dalam tulisan ini, adalah anggota badan kita yang digunakan untuk memberi gambaran dari keadaan kehidupan yang tidak saling menghiraukan. Kedua telinga kita memang terpisah oleh kepala dan tak pernah bertemu, apalagi saling membantu. Bila telinga kanan sakit, telinga kiri tetap diam membisu. Demikian pula jika telinga kiri mengalami sesuatu, telinga kanan tak mampu berbuat apa-apa untuk membantu sekedar meringankan.
Dan tangan, sekali lagi dia menunjukkan fungsi mulianya. Dia bisa meringankan beban sakit tidak hanya buat temannya sesama tangan saja, tapi juga buat anggota tubuh lainnya. Telinga sakit, tangan bisa memijat dan atau sekedar mengelus-elus sebagai rasa empatinya. Pipi sakit, tangan juga akan melakukan sesuatu yang sama terhadap anggota badan lainnya.
Maka, sungguh amat tepat kalau kalimat hikmah di atas mengajak kita, menyuruh kita untuk belajar dengan dua tangan “kun kal yadain” (jadilah kamu seperti dua tangan)....hm sebuah tamsil dan i’tibar yang perlu kita jadikan renungan, agar hidup semakin bermanfaat dan bermakna. Semoga!
Quddus Zoher,
22 Maret 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar