Rabu, 24 November 2010

Desa itu Mati....


Laa haula walaa quwwata illaa billaah

Subhanallah, gemuruh Merapi dengan dentuman dahsyat awan panas membakar
Memporak porandakan hutan dan pemukiman
Jiwa penduduk di lereng itu tak tertolong, bergelimpangan, terbakar hangus dan tak bernyawa
Hewan-hewanpun mengerang dan akhirnya juga mati


Hari ini,
Tak seperti hari-hari kemarin
Dimana tawa canda bahagia para pewisata di hutan Kaliurang itu
Dimana jerit dan pekikan bersahutan para satwa liar hutan lindung itu
Dimana alam indah nan elok menghijau dengan berjuntai pinus-pinus kokoh itu
Dimana jalan dan tikungan beraspal hitam yang berkelok indah itu


Hari ini,
Semua menjadi satu warna, abu-abu
Ya hanya warna itu yang tampak
Jutaan meter kubik batu, kerikil, pasir dan debu telah dimuntahkan Merapi
Meng-abu-abukan semuanya, membakar dan mematikan
Desa-desa itu menjadi mati


Desa itu mati.....
Puluhan desa senyap di malam hari, tanpa suara, tanpa kehidupan
Jangankan suara satwa, suara hewan kecilpun terasa tak terdengar
Semua telah mati
Semua telah sirna
Semua telah pergi
Dalam tragedi dan bencana Merapi kemarin hingga hari ini


Hari ini,
Jutaan mata terbelalak dan mulut ternganga memandang ke arah gunung itu
Benarkah dia marah atas nama tuhannya?
Benarkah manusia sudah semakin tak jera?
Benarkah manusia sudah terlalu banyak durhaka?


Yaa Rabb,
Lindungi kami yang penuh dosa dan nista
Yaa Rabb, Laa taqtulnaa bighadhaabika walaa tuhliqnaa bi’adzaabika wa’aafinaa qabla dzaalik
Jangan bunuh kami dengan murkaMU ya Allah, jangan binasakan kami dengan adzabMU, maafkan kami bilamana kematian akan menjemput....


Jogja, 08/11/10

AQZ



Tidak ada komentar:

Posting Komentar