Rabu, 24 November 2010

Di atas Bumi Kupang, di angkasa Pulau Rote (Catatan Kecil Sebuah Perjalanan)


Saat berada di angkasa
Aku serasa melanglang buana, seakan bersayap seperti burung, mampu menerawang ke bawah
Di atas rumah-rumah yang mungil, kendaraan dan manusia yang teramat kecil bahkan tak tampak
Jalan dan sungai hanya tampak bagai garis yang digoreskan di atas kanvas, berkelok-kelok
Aku mengintip dari balik kaca pesawat yang membawaku terbang menuju Kupang Nusa Tenggara Timur

Subhanallah….
Saat aku merasa dalam ketinggian dan menyaksikan semua yang ada di bawah sana sangat kecil
Maka disaat yang sama aku merasa kecil dan kerdil di hadapanMU ya Allah….
Aku merasakan kepasrahan yang teramat dalam
Tafakkur dan dzikirku terhembus dari celah bibir yang kaku membisu
Tawakkalku kubalutkan pada seluruh tubuhku, memenuhi rongga dada
Menghujam dalam-dalam, membuat mata terpejam karena aku semakin kerdil berhadapan denganMU

Aku meyakini bahwa hanya di TanganMU segalanya yaa Rabb
Hanya padaMU semua digantungkan
Tak ada kuasa kecuali KuasaMU
Tak ada kekuatan kecuali KekuatanMU
Tak ada daya kecuali DayaMU
Tak ada kehendak kecuali KehendakMU

Andai saja saat ini, saat pesawatku terbang tinggi, disaat itu Engkau berkehendak, maka KehendakMU pasti akan terjadi
Yaa Rabb
Alangkah sombongnya aku
Alangkah dzalimnya aku
Alangkah nistanya aku
Alangkah berdosanya aku
Alangkah ingkarnya aku
Alangkah kufurnya aku
Manakala sesampainya aku di bawah sana, kepasrahanku menghilang
Manakala pesawat ini mendarat, tafakkur dan dzikirkupun ikut mendarat
Tawakkalku berantakan dan hancur ditelan suara mesin pesawat, menderu di atas hamparan aspal hitam landasan pacu yang pekat

Yaa Rabb
Sesampainya aku di bawah sana,
Ketika kakiku menjejak bumiMU
Tetapkanlah untuk melindungi aku
Walaupun sungguh aku terus malu menatap wajahMU
Karena dha’ifku
Karena lalaiku
Karena ketidaktahuanku
Karena ke-BesaranMU
Karena ke-AgunganMU

Karena aku sangat membutuhkan Cinta dan SayangMU

Qudsie Zoher,
28 April 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar