Rabu, 24 November 2010

Tangis Bahagia di Bakung 47 (16 tahun usia anakku M. Fikriansyah MRZ “Ryan”)

Masih terngiang lamat-lamat di balik memori masa lalu 16 tahun silam
Tangismu memecah heningnya malam di rumah kontrakan kita di Jl. Bakung 47 Perumnas Condongcatur, Yogyakarta.
Dari menara masjid di dekat rumah itu, masih terdengar suara jama’ah yang bertadarrus menegakkan amaliyah Ramadhan 1415 H. Hujan yang membasahi pepohonan dan jalan raya di depan rumah kita, membuat suasana sejuk dan tenang. Sesejuk hati babe dan ibumu mensyukuri kelahiranmu. Setenang suasana hati keluarga kita yang bercita-cita hidup dalam damai, saling menyayangi dan menghargai.

Anakku Ryan,
Malam ini, babe ingin mengenang saat-saat yang mencekam
Saat-saat dada terasa sesak, bergolak antara harapan dan kecemasan menanti detik-detik kelahiranmu, yang ternyata harus melalui operasi Caesar, setelah 24 jam lebih ibumu dipacu dan tanda-tanda kelahiranmu belum nampak.

4 Maret 1994, 16 tahun yang lalu anakku
Saat itu, setelah shalat Jum’at di masjid Asy Syifa’ RS. Sardjito, dokter H. Risanto menyampaikan keputusan bahwa kelahiranmu harus melalui operasi Caesar. Hati ini penuh dengan berbagai kemelut karena pengalaman pertama menanti anakku lahir ke alam dunia.
Tangan terasa gemetar saat menandatangani surat persetujuan untuk dilakukan operasi itu. Dan Alhamdulillah, tepat pukul 15.15 wib, saat adzan ashar 21 Ramadhan 1415 H/4 Maret 1994 M, suara tangismu terdengar jelas dari balik pintu kaca ruang operasi itu. Subhanallah, Alhamdulillah, engkau lahir dalam keadaan selamat, sehat dan sempurna. Tak terasa bulir-bulir bening menetes diantara bulu-bulu mata babe. Lebih lagi tangis itu berbalut rasa bahagia yang mendalam saat menyaksikan ibu yang mulai siuman dari pengaruh biusnya.

Muhammad Fikriansyah Mabrur Ramadhani Zulqudsie. Itulah nama yang kami sepakati untukmu.

Berhari-hari kita menjalani kebahagiaan. Malam-malam saat tidurmu, kami merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tak ada kantuk dan rasa penat saat mendampingi malam-malammu, mengganti popokmu menggendongmu dan menina-bobokanmu.
Tak ada satupun nyamuk yang boleh menggigitmu.
Tak ada satupun suara yang boleh mengganggumu.
Tak ada satupun langkah kaki yang membangunkan tidurmu.

Hari ini,
Bayi kecil dan mungil itu sudah tumbuh remaja
Rasa syukurpun tak terhingga kepadaNya, sang Maha Pencipta dan Maha segalanya….
Berbagai do’a untukmu anakku, dan juga untuk kedua adikmu, Fafa dan Adib….
Agar kalian selalu bahagia dalam kedamaian dan damai dalam kebahagiaan
Agar kalian selalu sehat jasmani dan rohani
Agar kalian selalu beruntung dalam setiap perjuangan
Agar kalian selalu berguna dan bermanfaat untuk sesama

Yaa Rabb,
Bimbinglah mereka menjalani perjalanan hidup yang dilalui
Tunjukanlah mereka jalan yang benar, yang lurus dan Engkau ridhoi
Kenalkan mereka bahwa yang benar itu pastilah benar, dan berilah kemampuan agar mereka mampu mengikutinya.
Kenalkan mereka bahwa yang salah itu pastilah salah, dan berilah kekuatan agar mereka dapat menjauhinya.

Hamba sadar ya Allah, perjalanan hidup ini kadang lurus, menanjak, menurun, berkelok, menikung, dan bertebing. Untuk itu, hanya Engkau yang berkuasa mengarahkan dan menyelamatkan mereka.
Terima kasih kami atas nikmatMU yang begitu besar dan banyak yang telah tercurah kepada kami.
Maafkan dan ampuni kami, manakala tak mampu mensyukuri semua nikmat itu.

Anakku Ryan,
Selamat Ulang Tahun, nak
Selamat Bahagia dan Barakahlah Usiamu
Semoga pula, Qudrat dan Iradat Allah selalu akan menuntunmu


BABE, IBU, FAFA & ADIB
YANG MENCINTAIMU…………..
4 MARET 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar